Showing posts sorted by relevance for query linux. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query linux. Sort by date Show all posts

Saturday, 4 December 2010

Install Linux Ubuntu 10.10

Persiapan Instalasi
Langkah pertama sebelum menginstal Linux adalah mencatat semua informasi yang berhubungan dengan computer yang akan di install.
1.Spesifikasi Hardware
Berikut ini spesifikasi hardware minimal untuk menginstal Ubuntu :
Prosesor Pentium I 200 MHz, disarankan minimal Pentium III atau yang setara.
RAM 128 MB, disarankan minimal 256 MB.
Harddisk kosong 1 GB untuk sistem dan swap, disarankan minimal 3 GB. Instalasi semua paket akan mencapai lebih dari 9 GB.
VGA dengan memori 1 MB
Monitor dengan resolusi 800 x 600. 
 
2.Membuat Boot Disk Windows
Disk Windows diperlukan jika proses instalasi dilakukan pada computer yang sudah ada OS lain, misalnya XP. Data yang ada akan diamankan atau ingin memiliki dual boot system, Linux dan windows. Juka Windows belum ada, sementara dua-duanya diinginkan, maka Windows harus di instal lebih dulu, kemudian Linux. Salah satu data penting di Windows adalah isi master boot record (MBR) di harddisk. MBR sebaiknya di-backup, untuk jaga-jaga apabila ingin mengakses windows setelah menginstal linux. 
 
3.Menyimpan data ke harddisk lain atau ke CD/DVD-R/RW 
 
4.Memanfaatkan CD-1 untuk mem-backup
Langkah-langkah Instalasi Ubuntu 8.04
1.Masukkan CD Installer Ubuntu 8.04 ke CD Rom/ Rom Drive, lalu restart PC atau Notebook. Jangan lupa sebelumnya setting BIOS agar booting pertama kali menggunakan CDROM. Setelah proses booting akan muncul pilihan bahasa, kemudian Pilih Bahasa yang ingin digunakan, disarankan memilih default bahasa installer yaitu English (membingungkan memakai kata-kata teknik yang “di Indonesiakan” contoh kata yang susah dipahami : “papan bilah = toolbar, unduh=download, dan sebagainya).
2.Kemudian pilih “install Ubuntu” yang berada di baris kedua opsi penginstallan.
3.Tunggu CD installer Loading sampai selesai lalu pilih bahasa yang ingin digunakan selama instalasi, pilih saja di bagian kiri dari jendela, lalu klik “forward”
4.Pada layar selanjutnya akan muncul Peta dunia, tentukan lokasi dimana kamu berada, dan ini akan menentukan Jam dan Tanggal komputer kamu, pilih Jakarta untuk WIB, Makassar untuk Wita, dan Jayapura untuk WIT, klik “forward”
5.Memilih keyboard, secara default keyboard akan memilih US. english, dan mayoritas keyboard komputer yang beredar di Indonesia menggunakan Layout ini, kalau masih belum yakin boleh mencoba mengetikkan beberapa tombol di bar yang telah disediakan di bagian bawah layar, setelah yakin klik “forward”
6.Langkah berikut ini biasanya menjadi momok bagi yang baru nginstall linux, karena kalo salah klik bisa memformat Hardisk kita, dan kita tahu apa akibatnya jadi sebelum melakukan instalasi Back-Up lah data2 penting anda ke DVD atau FD atau HD external, pada layar ini akan muncul 3 opsi yaitu :
a.“Guided - resize the partition and use the freed space”: kalau kamu memiliki OS Redmond (Micro$oft Windoooz) dan masih ingin tetap terinstall di Hardisk kamu maka pilihlah opsi ini.
b.“Guided - use entire disk” : Kalau Hardisk kamu baru, atau ingin menghapus semua OS yang sebelumnya terinstall dan data-data didalamnya, maka pilihlah opsi ini c. “Manual” : opsi ini dipilih jika tidak ada OS yang sebelumnya terinstall, dan tidak ada data penting, sama seperti opsi kedua, namun opsi ketiga ini kita bebas menentukan besaran (kapasitas) hardisk yang ingin kita gunakan: bagi yang ingin menggunakan opsi ini harap mengikuti panduan berikut :
Membuat partisi root
Pilih partisi di hardisk tertentu yang akan dipakai untuk Ubuntu yang baru akan diinstall, klik “delete partition” maka partisi tersebut akan menjadi ” free Partition”
Untuk hardisk baru yang belum dilformat maka akan secara default menjadi “free partition”
Lalu pilih partisi tersebut dan klik “New Partition” untuk membuat partisi root yang baru, untuk Type For the New partition pilih Primary, lalu tentukan Kapasitas yang kan kita alokasikan pada tab size dalam MB, sebagai contoh ketik 3000=3GB, 5000=5GB dan seterusnya, lewatkan opsi Location dan Use as (biarkan secara Default) lalu pilih Mount Point di “/”.
Membuat partisi home (optional – boleh dibuat boleh tidak)
Sama seperti membuat partisi root, hanya untuk Type for the New Partition sebaiknya pilih “logical” bukan “primary”
Dan untuk Mount Point pilihlah home
Membuat partisi swap
Sama seperti membuat partisi sebelumnya, dengan pilihan Type for the New partition di “logical”
Untuk size maka sangat dianjurkan sebesar 2x RAM, kalau punya Ram 512 MB, berarti size partisi swab kita adalah 1024MB Untuk Mount Point pilih swap
Setelah itu klik forward, dan sekali lagi kami ingatkan bahwa partisi yang kita buat nanti akan diformat, dan datanya tidak dapat ter”recover lagi” jadi pastikan data penting anda sudah di Back-Up.
7.Mengisi profil pilih real name, terserah saja, untuk menentukan username dan password login ke ubuntu kamu, klik ”forward”. Ubuntu Siap untuk Diinstall “Ready to Install” klik install
8.Ubuntu akan menyelesaikan proses penginstalan kurang dari 10 menit tergantung dari spek PC atau Notebook kamu ( Notebook saya speknya Pentium M Centrino 1.73GHz, Ram 1GB). Tunggu sampai muncul jendela konfirmasi Instalasi success seperti dibawah ini lalu klik “Restart Now” SELAMAT UBUNTU 8.04 SUDAH TERINSTALL, loginlah dengan username dan password yang telah kamu pilih, jangan sampai lupa. Lakukan Modifikasi, dan Instalasi lebih lanjut agar Ubuntu Kamu lebih Powerfull di kategori Setelah Instalasi.

Thursday, 29 September 2011

Atur Proxy Terminal di Linux

Kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM) khususnya Fakultas Teknik tempat saya menuntut ilmu sedang melakukan repairing jaringan komputer, yaitu menambahkan Proxy, akibatnya beberapa teman-teman pengguna Linux kesulitan meng-update repo, menginstall software dan melakukan konfigurasi repository via terminal. Sekarang saya akan berbagi bagaimana caranya agar bisa update repository dengan Proxy yang ada pada jaringan yang kita pakai.
Langkah-langkahnya adalah tambahkan file konfigurasi di /etc/apt/apt.conf atau di /etc/apt/apt.conf.d/proxy (bisa pilih salah satu). Berikut caranya :
1. Masuk sebagai super user
$sudo -i
root@localhost’s password:
2. Lalu edit file apt.conf yang ada di /etc/apt/ dengan mengetikkan perintah dibawah ini:
root@localhost’s :# nano /etc/apt/apt.conf
3. Tambahkan atau ubah baris berikut :
Acquire::http::Proxy “http://usernameproxy:password@alamatproxy:port”;
kalau di kampus saya memakai proxy http://ftproxy.trunojoyo.ac.id, username + passwordnya menggunakan NRP jadi saya harus mengetikkan:
Acquire::http::proxy “http://100411100067:100411100067@ftproxy.trunojoyo.ac.id:3128/”;
Acquire::ftp::proxy “ftp://100411100067:100411100067@ftproxy.trunojoyo.ac.id:3128/”;
Acquire::https::proxy “https://100411100067:100411100067@ftproxy.trunojoyo.ac.id:3128/”;
Catatan: kalau mau copy-paste jangan lupa diketik ulang tanda petik (“)
4. Simpan konfigurasi kemudian diuji melakukan update repository dengan perintah apt-get update
Cara lainnya adalah dengan mengedit file /etc/bash.bashrc lalu tambahkan baris berikut :
export http_proxy=http://userproxy:password@alamatproxy:port/
export ftp_proxy=http://userproxy:password@alamatproxy:port/
simpan konfigurasi lalu jalankan perintah apt-get update untuk meng-update repository Linux anda. Semoga bermanfaat bagi pengguna ubuntu dan sekitarnya.

Wednesday, 5 October 2011

Cara Membuat Folder di File Sistem Linux

Linux merupakan sistem operasi yang open source, tidak seperti Windows. Di Windows kita bisa secara langsung membuat/mengcopi folder atau file di File Systemnya (C), namun di linux kita harus terlebih dahulu melakukan perizinan (permision) dengan cara:

  1. Buka terminal (Applications-->Accesories-->termina).
  2. Masuk sebagai super user
sudo su
masukkan pasword komputer anda, kemudian ketikkan
chmod 777 -R  /opt/lampp/htdocs

Perintah di atas adalah untuk memodifikasi/menaruh folder di dalam folder htdocs, agar folder yang lain bisa juga anda dapat mengganti /opt/lampp/htdocs
 di atas dengan folder yang akan anda otak-atik.





Thursday, 29 September 2011

Mengubah Tampilan BlankOn menjadi Windows 7

Bagi anda yang familiar dengan Windows 7, dan anda sekarang masih baru menggunakan Linux BlankOn, tak ada salahnya apabila anda mencoba mengubah tampilannya menjadi Windows 7, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:


  • Pertama anda update dulu Linux BlankOn and
Masuk Applications > Accessories > Terminal
ketikkan :        sudo apt-get update

  • Download dulu file Win2-7 Pack dari gnome-look.org 
  • Ekstrak file tersebut
  • Masuk ke direktori Ekstrak tadi cari GUIInstall.sh , klik 2 kali dan akan muncul dialog, kemudian  klik Run in Terminal
  • Kemudian akan muncul informasi mengenai Win2-7 Pack 

 kemudian klik tombol close

  • Selanjutnya akan mengecek apakah kompatibel dengan sistem anda, langsung klik Ok

Friday, 3 December 2010

Linux



Sistem operasi Unix dikembangkan dan diimplementasikan pada tahun 1960-an dan pertama kali dirilis pada 1970. Faktor ketersediaannya dan kompatibilitasnya yang tinggi menyebabkannya dapat digunakan, disalin dan dimodifikasi secara luas oleh institusi-institusi akademis dan pada pebisnis.

Proyek GNU yang mulai pada 1984 memiliki tujuan untuk membuat sebuah sistem operasi yang kompatibel dengan Unix dan lengkap dan secara total terdiri atas perangkat lunak bebas.[6] Tahun 1985, Richard Stallman mendirikan Yayasan Perangkat Lunak Bebas dan mengembangkan Lisensi Publik Umum GNU (GNU General Public License atau GNU GPL). Kebanyakan program yang dibutuhkan oleh sebuah sistem operasi (seperti pustaka, kompiler, penyunting teks, shell Unix dan sistem jendela) diselesaikan pada awal tahun 1990-an, walaupun elemen-elemen tingkat rendah seperti device driver, jurik dan kernel masih belum selesai pada saat itu.[7] Linus Torvalds pernah berkata bahwa jika kernel GNU sudah tersedia pada saat itu (1991), dia tidak akan memutuskan untuk menulis versinya sendiri.[8]